Wakil Bupati Subang Hadiri Tabligh Akbar Isra Mi’raj di Masjid Agung Al Musabaqoh

Foto Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Musabaqoh Subang, Sabtu (10/1). (Tonny/wartaperwira.com)

SUBANG, WARTAPERWIRA.COM Minggu (11/1) – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menegaskan bahwa nilai-nilai dalam shalat berjamaah tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mengandung filosofi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan dan arah pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tingkat Kabupaten Subang di Masjid Agung Al Musabaqoh, Sabtu (10/1).

Wakil Bupati hadir didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Agustine Rosyadi, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang.

Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Menjadikan Filosofi Salat Berjamaah dalam Membangun Kabupaten Subang yang Unggul, Maju, dan Kompetitif, Menuju Masyarakat yang Adil Sejahtera, Demokratis, dan Religius,” dengan tausiyah utama disampaikan oleh KH. Fikri Haikal MZ.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyerahkan secara simbolis bingkisan dari Baznas Kabupaten Subang kepada para marbot masjid sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memakmurkan rumah ibadah.

Sambutan Wakil Bupati Subang

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengawali dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KH. Fikri Haikal MZ yang telah hadir memberikan tausiyah kepada masyarakat Subang.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Subang, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Kiai Haji Fikri Haikal MZ. Semoga ilmu yang disampaikan membawa keberkahan serta memperkuat iman dan persatuan kita semua,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum refleksi, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

“Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kita pentingnya memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas diri, khususnya melalui perintah shalat yang menjadi pesan utama peristiwa ini,” katanya.

Menurutnya, shalat berjamaah mengandung nilai kedisiplinan, kepemimpinan, keteladanan, dan kebersamaan yang sangat relevan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Dalam shalat berjamaah ada imam yang memberi arah, ada makmum yang mengikuti dengan tertib, dan semuanya berdiri sejajar tanpa perbedaan. Nilai inilah yang harus menjadi filosofi dalam membangun Kabupaten Subang,” tegasnya.

Nilai tersebut, lanjut Wakil Bupati, terus diterapkan dalam penguatan birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Ia menyinggung pelantikan delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilakukan sehari sebelumnya.

“Pelantikan itu bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi penegasan bahwa roda pemerintahan harus berjalan dalam satu barisan, satu arah, dan satu tujuan, yaitu menghadirkan kinerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder sangat dibutuhkan agar kita bisa mewujudkan Subang yang unggul, maju, dan kompetitif menuju masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis, dan religius,” katanya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak masyarakat menjaga persatuan dan terus memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Mari kita jadikan Isra Mi’raj sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan bergerak bersama membangun Kabupaten Subang yang kita cintai. Semoga Allah SWT membimbing setiap langkah kita,” pungkasnya.

Apresiasi Jamaah Tabligh Akbar: Pesan Pemimpin yang Membumi

Pesan Wakil Bupati mendapat respons positif dari para jamaah. Banyak yang menilai pendekatan religius yang dikaitkan dengan pembangunan terasa membumi dan mudah dipahami.

Ahmad (47), jamaah asal Kecamatan Subang, mengaku terkesan dengan analogi shalat berjamaah yang disampaikan.

“Dalam shalat berjamaah semua sejajar, tidak ada yang lebih tinggi. Kalau itu diterapkan dalam pemerintahan, rakyat pasti merasa dihargai,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Aisyah (39), warga Ciasem, menilai pesan tersebut memberi harapan akan kepemimpinan yang lebih adil.

“Kalau pemimpin mau berdiri sejajar dengan masyarakat seperti saf shalat, pembangunan pasti lebih merata,” katanya.

Hal senada disampaikan Ujang (55), tokoh masyarakat, yang menilai filosofi tersebut relevan dengan tantangan birokrasi saat ini.

“Disiplin dan kebersamaan dalam shalat berjamaah itu contoh nyata. Tinggal bagaimana konsisten dijalankan dalam pemerintahan,” tuturnya.

Tausiyah dan Gerakan Dakwah

Acara Tabligh Akbar kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH. Fikri Haikal MZ yang mengulas hikmah Isra Mi’raj dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Ia mengajak jamaah menjadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai ruang muhasabah, baik secara pribadi maupun sosial.

“Kemajuan daerah dan kualitas kepemimpinan tidak lahir dari kesombongan, tetapi dari kesediaan untuk terus mengevaluasi diri,” pesannya.

Di akhir acara Tabligh Akbar, Tim Safari Dakwah mengajak jamaah berpartisipasi dalam gerakan mencetak satu juta penghafal Al-Qur’an dan seribu ulama di Indonesia, yang disambut antusias oleh para jamaah. (tr/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *