SUBANG, WARTAPERWIRA.COM|Minggu (22/3) – Lebaran 2026 di Kabupaten Subang diperingati melalui pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Subang pada Sabtu (21/3). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi hadir bersama Wakil Bupati, anggota DPR RI, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta pimpinan BUMN dan BUMD. Momentum lebaran ini menjadi bagian dari perayaan nasional yang ditetapkan pemerintah setelah penentuan awal Syawal.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Sholat Idul Fitri tingkat Kabupaten Subang dipimpin oleh Ustadz Dedi Kuswandi sebagai imam, dengan khatib Abdu Manaf. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan.
Peringatan lebaran tahun ini mengusung tema “Ngawangun Bareng Rakyat dengan Iman dan Taqwa Menuju Kabupaten Subang yang Religius.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kebersamaan dalam pembangunan daerah.
Sholat Idul Fitri menjadi puncak rangkaian ibadah Ramadan yang ditandai dengan datangnya 1 Syawal 1447 H. Penetapan tanggal ini umumnya merujuk pada keputusan resmi pemerintah melalui mekanisme sidang isbat.
Laporan Zakat dan Kepedulian Sosial saat Lebaran
Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang menyampaikan laporan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dana yang terkumpul telah disalurkan kepada mustahik di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
Khusus zakat fitrah, distribusi dilakukan secara langsung kepada masyarakat yang berhak di lingkungan masing-masing. Penyaluran ini bertujuan membantu kebutuhan warga dalam menyambut lebaran dengan lebih layak.
Langkah tersebut mencerminkan nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian penting dari perayaan Idul Fitri. Selain sebagai ibadah, zakat juga berfungsi memperkuat solidaritas antarwarga.
Pesan Bupati Subang di Momentum Lebaran 2026
Dalam sambutannya, Bupati Subang menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa makna kemenangan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial.
“Kemenangan ini bukan hanya karena kita mampu mengendalikan hawa nafsu, tetapi juga karena kita berhasil memperkuat keimanan serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Reynaldy Putra.
Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan, seperti kesabaran, keikhlasan, dan gotong royong. Nilai tersebut dinilai sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan gotong royong yang kita bangun selama Ramadan harus terus kita jaga sebagai pondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam membangun daerah,” tuturnya.
Pembangunan Daerah dan Ajakan Kebersamaan
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Subang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan warga.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama periode 2025–2026, Pemerintah Kabupaten Subang berhasil meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional dan provinsi. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan kinerja pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan momentum Idul Fitri ini sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga suasana kondusif selama Ramadan hingga lebaran. Ia menilai hal tersebut sebagai wujud nyata kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
Momentum lebaran 2026 diharapkan dapat menjadi titik awal untuk terus memperkuat persatuan serta meningkatkan kontribusi bersama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. (tr/wp)