Gambar Rumah Sakit (Foto kemenkopmk.go.id) – tr/WP.
WARTA PERWIRA.COM (31/1) – Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, rumah sakit sering kali dipahami sebagai tempat untuk menyembuhkan penyakit secara fisik saja — melalui dokter, perawat, dan teknologi medis canggih. Padahal, proses penyembuhan pasien tidak bisa dipisahkan dari faktor sosial, psikologis, dan ekonomi yang menyertainya. Di situlah peran Medical Social Worker — pekerja sosial medis — menjadi kunci penting yang sering terabaikan dalam praktik layanan kita.
Medical Social Worker merupakan profesi pekerjaan sosial yang bekerja berdampingan dengan tenaga kesehatan untuk memfasilitasi kebutuhan sosial dan psikologis pasien serta keluarganya, yang sering tidak tertangani oleh sistem layanan medis konvensional. Dalam literatur profesional disebutkan bahwa pekerjaan sosial medis ini membantu pasien mengatasi dampak sosial dan psikologis dari penyakit yang diderita sehingga mereka dapat kembali berfungsi secara sosial setelah perawatan klinis.
Mengutip Pendapat Pakar tentang Medical Social Worker di Rumah Sakit, yaitu : sebagaimana disampaikan oleh Lt. Jenderal (Dr) Ashok Jindal, Executive Director & CEO, AIIMS Raipur (India) : “Pekerja sosial medis berperan sebagai jembatan antara pasien, keluarga, dan penyedia layanan kesehatan, untuk memastikan perawatan yang holistik, rehabilitasi pasien, serta akses terhadap berbagai skema kesejahteraan sosial.”Makna kunci: MSW memastikan pelayanan kesehatan tidak terputus dari sistem perlindungan sosial dan kebutuhan hidup pasien. Hal senada juga disampaikan oleh Surveen Klein, LCSW-BACS, MPH, Praktisi Pekerja Sosial Medis, Ochsner Health (Amerika Serikat) :
“Pekerja sosial medis merupakan sumber daya penting dalam memberikan dukungan, edukasi, konseling, dorongan moral, serta intervensi yang tepat waktu, guna membantu pasien menavigasi sistem layanan kesehatan pada masa-masa sulit.”
Makna kunci: MSW membantu pasien bertahan dan memahami sistem kesehatan yang kompleks dan seringkali membingungkan. Sedangkan menurut Social Work Institute – Lembaga Profesional & Riset Pekerjaan Sosial: “Pekerja sosial memfasilitasi komunikasi antara pasien, keluarga, dan tim medis, membantu tenaga kesehatan memahami hambatan sosial yang memengaruhi pengobatan, sekaligus memastikan pasien merasa didengar dan diberdayakan.”
Makna kunci: MSW memperkuat relasi manusiawi dalam pelayanan medis. Hal lain pun diperkuat oleh Social Work Institute (Penjelasan peran holistik MSW) :
“Pekerja sosial medis memberikan dukungan emosional, melakukan asesmen psikososial, serta mengoordinasikan rencana layanan yang mencakup kebutuhan sosial, emosional, dan finansial pasien, bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya.”
Makna kunci: MSW adalah pelaksana nyata pendekatan bio-psiko-sosial dalam rumah sakit.
Mengapa Peran Ini Serius Tapi Sering Terpinggirkan?
Dalam pengalaman di banyak rumah sakit di Indonesia, pekerja sosial medis sering hanya hadir sebagai formalitas atau bahkan tidak dilibatkan secara optimal dalam tim layanan pasien. Padahal, perannya mencakup: Pendampingan sosial dan psikologis pasien ; Edukasi dan motivasi pasien serta keluarga; Mediator antara pasien, keluarga, dan sistem layanan kesehatan ; Koordinator penghubung sumber daya sosial dan dukungan di luar rumah sakit, termasuk rujukan layanan sosial lain atau bantuan ekonomi keluarga pasien.
Sayangnya, dalam banyak fasilitas kesehatan, pekerja sosial medis masih dipandang sebagai staf pendukung semata — bukan sebagai bagian integral dari siklus klinis pasien. Hal ini membuat layanan rumah sakit menjadi terlalu terfokus pada aspek medis fisik, sementara kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis pasien kerap tidak terlayani secara optimal.
Pendekatan Internasional: Eropa dan Negara Lain
Di banyak negara maju, terutama di Eropa dan Amerika Utara, peran pekerja sosial medis atau Medical Social Worker sudah diakui sebagai bagian tidak terpisahkan dari tim kesehatan holistik. seperti Inggris (NHS – National Health Service)
Dalam sistem kesehatan nasional Inggris, social workers bukan sekadar staf tambahan. Mereka diintegrasikan dalam tim layanan klinis rumah sakit, memberikan dukungan terhadap pasien dari penilaian awal hingga perencanaan pemulangan, dan membantu keluarga memahami keputusan medis yang kompleks. Penelitian menunjukkan bahwa social workers membantu memperkuat hubungan antara pasien dan tenaga medis, serta memperhatikan pilihan individu serta hubungan sosial pasien — bukan hanya kondisi medis semata.
Juga Hal itu dilaksanakan di Amerika Serikat & Kanada
Di rumah sakit di AS dan Kanada, pekerja sosial medis dilatih untuk bekerja lintas disiplin: mengidentifikasi kebutuhan sosial pasien, menangani stres psikologis, menghubungkan pasien ke sumber daya komunitas, dan memastikan bahwa pasien dan keluarganya mampu menghadapi dampak sosial dari diagnosisnya. Secara umum mereka juga berperan penting dalam perencanaan keluar dari rumah sakit dan mengurangi tingkat rawat ulang yang tidak perlu.
Hal senada disampaikan oleh Perspektif Global
Para pakar di berbagai negara menyebutkan bahwa intervensi pekerja sosial medis mengatasi keterbatasan model biomedis tradisional dan memperkuat pendekatan ‘whole person care’ — yakni pendekatan yang melihat pasien sebagai manusia utuh, bukan sekadar objek diagnosis atau prosedur. Dukungan sosial seperti ini telah terbukti membantu memperbaiki hubungan dokter–pasien, mendukung kepatuhan terhadap terapi, dan meningkatkan efektivitas keseluruhan layanan kesehatan.
Mengapa Ini Harus Diprioritaskan?
Para peneliti dan pakar menyatakan bahwa model perawatan yang hanya berfokus pada aspek medis fisik tidak lagi cocok untuk tantangan kesehatan masa kini — terutama ketika banyak kondisi penyakit melibatkan dimensi sosial dan psikologis yang kompleks. Medical Social Work menjembatani gap ini karena profesi ini berakar pada pemahaman hubungan sosial, struktur kehidupan pasien, dan bagaimana faktor itu memengaruhi kesehatan.
Selain itu, profesional di sektor ini membantu memperkuat advokasi hak pasien, memastikan pasien tidak tersisih karena kondisi sosialnya, dan memberikan dukungan emosional di saat krisis — yang semua itu tidak bisa digantikan oleh tenaga medis lain.
Kesimpulan: Rumah Sakit Kita Butuh Layanan yang Utuh
Pelayanan rumah sakit idealnya tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial dan psikologis pasien serta merangkul keluarganya dalam proses perawatan. Ketika peran Medical Social Work terabaikan, layanan kesehatan justru kehilangan sebagian besar dari wajah kemanusiaan yang seharusnya menjadi dasar profesinya.
Kita tidak perlu menunggu sistem kesehatan kita sepenuhnya seperti di Eropa atau Amerika untuk mengakui hal ini, tetapi cukup dengan memasukkan pekerja sosial medis sebagai bagian strategis dalam tim layanan pasien, bukan sekadar staf administrasi atau sosial tambahan. Mengakui peran mereka berarti mengakui bahwa kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit, tetapi hidup yang seimbang secara sosial, emosional, dan spiritual — cita-cita pelayanan kesehatan yang utuh.tr- WP.