
PURBALINGGA, WARTAPERWIRA.COM, Kamis (12/2) – Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas XI di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berinisial N, menjadi korban dugaan pembacokan oleh sekelompok orang yang diduga gangster pada Minggu (8/2) sekitar pukul 02.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Penambongan, tepatnya di sekitar utara perempatan Mewek, Purbalingga. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Purbalingga dan kini masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.
Ayah korban, Wartoyo, saat dikonfirmasi menjelaskan kronologi kejadian yang dialami anaknya. Menurutnya, insiden bermula ketika N bersama dua temannya hendak pulang ke rumahnya di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, usai membeli nasi goreng di GOR Goentoer Darjono Purbalingga.
“Anak saya berboncengan dengan dua temannya pulang setelah membeli nasi goreng di GOR Goentoer Darjono Purbalingga. Di sekitar perempatan Mewek, mereka tiba-tiba dihadang sekitar 12 sepeda motor. Beberapa orang yang diduga membawa celurit dan parang kemudian membacok anak saya,” ujar Wartoyo, Kamis (12/2).
Akibat kejadian tersebut, N mengalami luka robek cukup serius di bagian dahi.
“Ada sabetan yang mengenai dahi anak saya hingga luka robek kurang lebih 10 sentimeter dan harus dijahit sekitar 13 jahitan,” jelasnya.
Meski mengalami luka, korban disebut tetap berusaha menyelamatkan diri dengan memacu sepeda motornya menuju rumah.
“Setelah terkena sabetan, N tetap memacu sepeda motornya pulang. Ia sempat terus dikejar, tetapi akhirnya berhasil lolos dan sampai di rumah,” tambah Wartoyo.
Pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Purbalingga. Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Siswanto membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, kejadian tersebut sudah dilaporkan dan saat ini dalam proses penanganan oleh pihak kepolisian,” kata AKP Siswanto.
Keluarga berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas para pelaku dan menindak tegas agar tidak menimbulkan korban lainnya.
“Kami berharap polisi segera bertindak dan menangkap pelaku sebelum ada korban lain seperti anak saya,” ujar Wartoyo.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta motif para pelaku.
Redaksi