Pantura Terendam Banjir, Bupati Subang Siaga Penuh Tangani Situasi DaruratSUBANG, WARTAPERWIRA.COM Kamis (29/1) – Banjir di wilayah Pantura Kabupaten Subang kembali meluas akibat hujan berintensitas tinggi yang terus mengguyur sejak Rabu malam. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita memastikan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang siaga penuh dan melakukan penanganan maksimal terhadap warga terdampak.

Didampingi Plh Sekda Kabupaten Subang R. Memet Hikmat, Bupati Reynaldy menyampaikan bahwa hingga Kamis (29/1), tercatat delapan kecamatan terdampak banjir, termasuk Kecamatan Compreng yang mengalami penambahan luasan genangan. Ungkap Pada Kamis (29/1) saat Di Kecamatan Ciater.

“Banjir Pantura masih terjadi hingga hari ini, bahkan ada penambahan wilayah dan jumlah warga terdampak karena hujan belum berhenti,” ujar Reynaldy.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey menegaskan masyarakat Pantura tidak sendirian. Ia memastikan seluruh jajaran Pemda Subang akan berkantor dan standby di wilayah Pantura selama 1×24 jam agar kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera dipenuhi.

“Sudah empat hari kami standby di Pantura. Mulai hari ini kami akan lebih fokus dan berkantor di Pantura agar kebutuhan urgent masyarakat bisa langsung ditangani,” tegasnya.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemda Subang telah mendirikan posko bencana dan dapur umum, serta menyiapkan tempat pengungsian yang lebih layak bagi warga terdampak, khususnya di wilayah dengan genangan tinggi.

“Saat ini dapur umum dan dapur mandiri melayani sekitar 8.000 warga, dengan dua kali distribusi makanan setiap hari. Kami juga terus mengupayakan relokasi warga yang mengungsi di lokasi tidak layak,” jelasnya.

Ia mengapresiasi penanganan banjir yang dilakukan secara gotong royong, melibatkan OPD, BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, kader Posyandu, hingga masyarakat. “Semua berkolaborasi. Dapur umum dimasak secara rereongan oleh desa, Posyandu, dan BPBD,” tambahnya.

Selain penanganan darurat, Kang Rey juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk mendorong percepatan pembangunan tanggul dan normalisasi sungai oleh BBWS.

“Kami dorong BBWS segera membangun tanggul yang layak dan menormalisasi sungai agar banjir Pantura tidak terus berulang,” ujarnya.

Kang Rey memastikan seluruh stakeholder telah terkonsolidasi sejak awal bencana dan Pemda Subang akan all out hingga kondisi kembali normal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Cuaca masih ekstrem. Mari jaga kesehatan dan lingkungan. Banjir ini juga dipicu sampah dan bangunan liar. DLH juga standby mengangkut sampah pascabanjir,” imbaunya.

Senada dengan itu, Iwan (45), warga Pantura, berharap banjir tidak lagi menjadi kejadian rutin di tahun-tahun mendatang dan meminta pemerintah mempercepat perbaikan saluran air serta tanggul sungai.

“Semoga ke depan banjir tidak terus terulang. Kami berharap ada solusi permanen,” ujarnya. (tr/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *