
KUANSING-RIAU, WARTAPERWIRA.COM | Selasa (7/4) – Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap Rayendra, bocah berusia empat tahun yang diduga hanyut di aliran Sungai Batang Kuantan, Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hingga Selasa (7/4), memasuki hari kelima operasi, keberadaan korban masih belum ditemukan meskipun penyisiran telah diperluas.
Pencarian Skala Besar dengan Pembagian Tim
Upaya pencarian saat ini melibatkan koordinasi lintas wilayah dan instansi. Personel dari Basarnas, BPBD Kuansing, serta BPBD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat armada pencarian di sepanjang aliran sungai yang melintasi dua kabupaten tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kuansing, H. Yulizar, M.S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa strategi pencarian kini dibagi menjadi beberapa sektor guna mengoptimalkan penyisiran di titik-titik krusial.
“Saat ini pencarian korban bernama Rayendra, bocah usia empat tahun telah memasuki hari kelima. Tim Basarnas BPBD Kuansing dibantu oleh BPBD Kabupaten Indragiri Hulu. Tim dibagi menjadi dua bagian agar proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Yulizar saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (7/4).
Kolaborasi Petugas dan Masyarakat Setempat
Di lapangan, tim gabungan tidak bekerja sendiri. Masyarakat Desa Teluk Pauh turut berperan aktif memantau bantaran sungai dan membantu petugas dalam memberikan informasi terkait kondisi arus maupun area yang dicurigai. Kehadiran tim BPBD Inhu juga menjadi kunci penting mengingat aliran Sungai Batang Kuantan yang cukup panjang hingga memasuki wilayah tetangga.
Salah seorang warga Desa Teluk Pauh yang ikut memantau di lokasi berharap agar korban segera ditemukan. “Kami bersama warga lain terus berjaga dan membantu petugas sebisa mungkin. Kondisi sungai memang menjadi tantangan, tapi kami berharap ada titik terang hari ini,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cukup mendukung operasi SAR, namun debit air sungai yang fluktuatif tetap menjadi kewaspadaan utama bagi para petugas di lapangan. Fokus pencarian hari ini akan tetap mengandalkan penyisiran air menggunakan perahu karet serta pemantauan visual di sepanjang tepian sungai. (cd/wp)