
PEMALANG, WARTAPERWIRA.COM Selasa (6/1) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah resmi menutup operasi pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Senin (5/1), setelah dilakukan pencarian selama delapan hari.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah, Muhammad Chomsul, membenarkan penutupan operasi pencarian tersebut. Ia mengatakan, operasi dapat dibuka kembali apabila terdapat informasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Operasi SAR resmi ditutup pada Senin. Namun, dapat dibuka kembali apabila terdapat informasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Chomsul saat dikonfirmasi, Senin (5/1).
Sementara itu, Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Pananggungan, menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi tim SAR selama proses pencarian.
“Jalur pendakian dan cabang jalurnya banyak, sehingga identifikasi perkiraan posisi korban tidak mudah. Belum lagi cuaca dan medan jalur yang terjal,” ujar Bergas.
Sebelumnya, seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Hingga Jumat (2/1) sore, Syafiq belum ditemukan.
Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Kabupaten Magelang, pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Dalam peristiwa tersebut, Himawan berhasil ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR gabungan pada Selasa, 30 Desember 2025, di sekitar Pos 5 Gunung Slamet. Saat ditemukan, Himawan dalam kondisi lemas dan berada seorang diri. Ia kemudian dievakuasi ke basecamp sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB untuk mendapatkan perawatan medis.
Redaksi: WartaPerwira