Musim Haji 1447 H/2026 M: Kementerian Haji dan Umrah Perkuat Layanan Kesehatan Jemaah

JAKARTA, WARTAPERWIRA.COM | Selasa (31/3) — Musim haji 1447 H/2026 M menjadi fokus peningkatan layanan kesehatan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) seiring kebijakan baru pemerintah Arab Saudi terkait rasio pelayanan medis bagi jemaah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah haji Indonesia memperoleh layanan kesehatan yang optimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Penyesuaian sistem pelayanan juga mencakup peningkatan jumlah fasilitas kesehatan dan mekanisme rujukan medis yang lebih terstruktur.

Penambahan Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah

Kementerian Haji dan Umrah melalui Kemenhaj menetapkan bahwa satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 jemaah. Kebijakan ini mengikuti regulasi terbaru dari otoritas Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan selama musim haji.

Di Makkah, akan didirikan sebanyak 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor. Sementara itu, di Madinah disiapkan lima klinik kesehatan yang tersebar di lima sektor untuk menjangkau kebutuhan jemaah secara merata.

Selain klinik sektor, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di Makkah dan Madinah sebagai pusat rujukan utama bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo.

Sistem Rujukan Berbasis Severity Level

Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, Kemenhaj menerapkan sistem rujukan berbasis tingkat keparahan atau severity level. Sistem ini akan menjadi pedoman bagi petugas kesehatan kloter dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Melalui pendekatan ini, jemaah dapat segera dirujuk ke fasilitas yang sesuai, baik ke KKHI maupun langsung ke rumah sakit di Arab Saudi, sesuai kondisi kesehatannya.

“Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” kata Liliek, Senin (30/3).

Pengawasan dan Distribusi Obat Selama Musim Haji

Dalam rangka menjaga mutu layanan kesehatan selama musim haji, pemerintah Arab Saudi juga menetapkan adanya supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang telah terakreditasi.

Pada musim haji tahun ini, pengawasan terhadap layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital sebagai mitra supervisi resmi.

Sementara itu, distribusi obat-obatan akan dipusatkan melalui KKHI di Makkah dan Madinah. Obat-obatan tersebut kemudian akan disalurkan ke tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di masing-masing hotel.

Imbauan Kesehatan bagi Calon Jemaah

Kemenhaj juga mengimbau calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum keberangkatan. Pola hidup bersih dan sehat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah selama di Tanah Suci.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan olahraga ringan secara rutin minimal 30 menit setiap hari.

Selain itu, jemaah disarankan untuk menjaga waktu istirahat dengan tidur minimal enam jam setiap malam serta menjaga kondisi mental agar tetap stabil dan positif.

“Selain itu, jemaah perlu istirahat cukup, minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif,” tambah Liliek.

Perhatian Khusus bagi Jemaah dengan Komorbid

Bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, kepatuhan terhadap pengobatan menjadi hal yang sangat penting. Jemaah diimbau untuk rutin mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter dan melakukan kontrol kesehatan secara berkala.

Selain kesiapan fisik, Kemenhaj juga mendorong jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, berdoa, dan meningkatkan ketakwaan selama menjalankan ibadah haji.

Upaya ini diharapkan dapat membantu jemaah menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, sehat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama musim haji. (tr/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *