JAKARTA, WARTAPERWIRA.COM, Minggu (5/4) – Mendes PDT Yandri Susanto mendorong optimalisasi potensi Desa Ekspor guna meningkatkan nilai tambah hasil pertanian serta kesejahteraan petani di daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memperpendek rantai distribusi yang selama ini dinilai belum efisien.
Potensi Desa Ekspor di Padang Pariaman
Pernyataan tersebut disampaikan saat Mendes PDT Yandri Susanto bertemu dengan para wali nagari se-Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Jumat (3/4). Dalam kesempatan itu, ia menilai bahwa potensi desa untuk menembus pasar ekspor sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, panjangnya rantai distribusi menjadi salah satu kendala utama yang membuat hasil pertanian desa tidak memberikan nilai maksimal bagi petani. Kondisi ini menyebabkan petani yang bekerja keras belum memperoleh keuntungan yang sepadan.
“Mungkin dari 103 desa itu ada beberapa desa yang punya potensi untuk diekspor. Selama ini petani yang capek, tapi tidak mendapatkan hasil maksimal karena rantai distribusi yang terlalu panjang,” ujar Mendes PDT Yandri Susanto.
Program Desa Ekspor untuk Tingkatkan Nilai Tambah
Dalam upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal telah mengembangkan program Desa Ekspor. Program ini memungkinkan produk pertanian dikirim langsung dari desa ke negara tujuan tanpa melalui banyak perantara.
Skema tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani. Dengan sistem ini, desa tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki akses langsung ke pasar global.
“Di kami ada program desa ekspor yang sudah banyak kami launching. Produk langsung dilepas ke negara tujuan dari desa, bukan dari pelabuhan,” jelasnya.
Beberapa implementasi program ini disebut telah menunjukkan hasil positif, dengan produk hasil pertanian desa berhasil menembus pasar negara tetangga hingga kawasan Eropa. Hal ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.
Pentingnya Tata Kelola dan Transparansi Bantuan
Selain mendorong pengembangan Desa Ekspor, Mendes PDT Yandri Susanto juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan pemerintah secara transparan dan akuntabel. Ia mengingatkan agar program pemberdayaan tidak berhenti hanya pada tahap awal pelaksanaan.
Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengelola bantuan secara tepat sasaran. Dengan tata kelola yang baik, manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bantuan itu harus dikelola dengan baik. Jangan sampai program berhenti setelah satu kali panen. Harus ada komitmen agar manfaatnya berkelanjutan,” tegasnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Aspirasi Daerah
Keberhasilan program pembangunan desa, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Barat II, Arisal Aziz, turut mendorong para wali nagari untuk aktif menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat.
“Kami persilakan bapak-bapak wali nagari untuk bertanya dan menyampaikan langsung ke pak Menteri,” ujarnya.
Kunjungan dan Agenda Mendes PDT Yandri Susanto di Padang Pariaman
Dalam rangkaian kunjungannya ke Padang Pariaman, Mendes PDT Yandri Susanto juga melaksanakan Salat Jumat di Masjid Syekh Burhanuddin. Setelah itu, ia melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke makam ulama besar Syekh Burhanuddin.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus melihat langsung potensi serta tantangan yang dihadapi masyarakat desa.
Melalui penguatan program Desa Ekspor dan peningkatan tata kelola bantuan, pemerintah berharap potensi desa dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Upaya ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi berbasis lokal yang berdaya saing di tingkat global.
Dengan dukungan berbagai pihak, desa diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam rantai perdagangan internasional. (tr/wp)
Sumber: infopublik.id