El Nino Terbaru: Indonesia Siap Hadapi Dampak dengan Stok Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA, WARTAPERWIRA.COM | Selasa (7/4) — El Nino diperkirakan membawa dampak cuaca ekstrem, namun Indonesia disebut dalam kondisi siap dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Kementerian Pertanian Pastikan Ketahanan Pangan Nasional

Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi kuat. Hal ini didukung oleh stok beras pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton pada awal April 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena El Nino pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk periode 2015, 2023, dan 2024.

“Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” ujar Mentan Amran, dikutip dari InfoPublik.

Stok Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia

Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa stok pangan nasional saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan, dalam waktu 10 hingga 20 hari ke depan, stok tersebut diproyeksikan meningkat hingga 5 juta ton.

“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegas Mentan Amran.

Selain stok di gudang pemerintah, ketersediaan pangan juga didukung oleh sektor Horeka (hotel, restoran, kafe/katering) sebesar 12,5 juta ton, serta potensi panen dari lahan yang sedang ditanami mencapai 11 juta ton.

Proyeksi Ketersediaan Pangan Hingga 11 Bulan

Berdasarkan total ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi hingga 11 bulan ke depan. Hal ini dinilai cukup untuk menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ujar Mentan.

Dengan proyeksi ini, pemerintah optimistis bahwa dampak El Nino tidak akan mengganggu stabilitas pangan secara signifikan di Indonesia.

Strategi Mitigasi Dampak El Nino

Kementerian Pertanian juga telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga produksi pangan. Upaya tersebut meliputi peningkatan pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta perbaikan sistem irigasi.

Langkah ini memungkinkan peningkatan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun, sehingga produksi tetap terjaga meskipun terjadi penurunan curah hujan.

“Kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita perbaiki sehingga bisa tanam lebih dari satu kali,” jelasnya.

Kolaborasi Nasional Perkuat Ketahanan Pangan

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk petani, aparat keamanan, dan media.

Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan arahan Presiden untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk dampak perubahan iklim dan geopolitik.

“Beras kita melimpah. Ini hasil kolaborasi semua pihak sehingga kita tetap tenang di tengah kondisi global,” pungkasnya.(tr/wp)

Sumber: InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *