Bocah Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Hari Pencarian di Sungai Batang Kuantan
Foto: Proses evakuasi korban hanyut di sungai Batang Kuantan. (Istimewa)

KUANSING-RIAU, WARTAPERWIRA.COM |Riau (8/4)Bocah Hanyut di Sungai Batang Kuantan akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah lima hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Korban ditemukan pada Rabu (8/4) dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Kuantan saat bermain di sekitar bantaran sungai di Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Tim SAR Gabungan Temukan Korban

Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban pada pagi hari saat melakukan penyisiran di aliran sungai. Korban ditemukan mengapung sejauh 1,9 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, membenarkan penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa proses evakuasi langsung dilakukan setelah korban ditemukan.

“Korban sudah berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan langsung dievakuasi. Korban ditemukan dengan jarak 1,9 kilometer dari lokasi awal kejadian,” ujar Budi Cahyadi.

Setelah dievakuasi, jenazah korban segera dibawa ke Puskesmas Cerenti untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kronologi Bocah Hanyut di Sungai Batang Kuantan

Peristiwa ini bermula pada Jumat (3/4) saat korban bermain bersama teman-temannya di tepi sungai. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam aliran Sungai Batang Kuantan yang memiliki arus cukup deras.

Korban kemudian dilaporkan hilang, sehingga memicu operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, kepolisian, dan masyarakat setempat.

Pencarian dilakukan selama lima hari dengan menyisir area sungai hingga beberapa kilometer dari titik awal kejadian.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Seluruh personel yang terlibat dalam operasi SAR kemudian kembali ke satuan masing-masing.

“Setelah korban ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan ditutup,” tambah Budi.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai atau perairan terbuka.

Imbauan Keselamatan bagi Warga

Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak. Pengawasan yang ketat dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, termasuk arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu. (cd/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *