Banjir Rutin Kembali Rendam Pamanukan Pantura

SUBANG, WARTAPERWIRA.COM Selasa (27/1) – Banjir rutin kembali rendam Pamanukan, Pantura. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR, meninjau langsung kondisi pengungsi bencana banjir di Kecamatan Pamanukan, Senin (26/01), bertempat di Fly Over Pamanukan yang dijadikan lokasi pengungsian sementara.

Sebanyak 150 jiwa dari Desa Mulyasari wilayah yang menjadi titik terparah banjir di antara 8 desa terdampak mengungsi di lokasi tersebut. Kunjungan ini dilakukan Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Rey, untuk memastikan kondisi pengungsi serta ketersediaan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Sebelumnya, pada Sabtu (24/01), Kang Rey juga telah meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Ciasem. Kali ini, ia secara khusus berdialog dengan para pengungsi di Pamanukan, menanyakan langsung kebutuhan yang masih dirasakan kurang.

Dalam dialognya, Kang Rey berulang kali mengingatkan warga agar tidak kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman dan air banjir surut sepenuhnya.

“Ulah kaditu heula, tong maksa balik. Urang pastikeun kabutuhan di dieu aya,” ujar Kang Rey sambil membagikan bantuan berupa mie instan dan beras, didampingi Dandim 0605 Subang Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., serta Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D.

Kehadiran Bupati Subang disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang pengungsi, Ujang (42), warga Desa Mulyasari, mengaku merasa lebih tenang setelah Bupati turun langsung ke lokasi.

“Kami senang Pak Bupati datang langsung. Setidaknya kami merasa diperhatikan. Bantuan makanan sudah ada, tinggal berharap banjir ini cepat surut dan ada solusi supaya tidak kejadian terus tiap tahun,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Gugun (51), pengungsi lainnya, yang berharap penanganan banjir tidak hanya bersifat darurat.

“Kalau cuma bantuan, kami bersyukur. Tapi yang paling kami harapkan itu sungainya dinormalisasi. Setiap musim hujan pasti begini, capek juga kami,” tuturnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kang Rey menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terus berkoordinasi dan mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera melakukan normalisasi sungai-sungai di sekitar Pamanukan guna mencegah banjir tahunan terus berulang.

“Insya Allah kita terus koordinasi dengan BBWS dan menuntut agar normalisasi sungai-sungai dilakukan, bukan hanya satu titik. Kita sedang dorong. Bukan tidak mau turun langsung, tapi kalau Pemda yang menangani kewenangan pusat, justru bisa menjadi temuan dan kita yang disalahkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan bahwa Pemkab Subang melalui dinas terkait telah menyiapkan posko pengungsian, dapur umum, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Posko dan dapur umum sedang kita siapkan. Makanan kita drop, layanan kesehatan kita siapkan dengan dokter siaga 24 jam, termasuk selimut dan kebutuhan sehari-hari lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, hingga hari ini tercatat sekitar 3.500 rumah di 6 kecamatan di Kabupaten Subang terendam banjir. Kang Rey pun mengajak seluruh pihak untuk ikut membantu proses pemulihan pascabencana.

“Total ada sekitar 3.500 rumah yang terdampak di enam kecamatan. Kami mohon dukungan dan bantuan dari semua pihak agar pemulihan bisa segera dilakukan,” terangnya.

Menutup keterangannya, Kang Rey menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah titik pengungsian tambahan pun telah dipersiapkan.

“Informasi dari BMKG, curah hujan masih tinggi. Mudah-mudahan banjir tidak bertambah dan segera surut. Kita siapkan lokasi pengungsian yang lebih strategis jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut unsur Asisten Daerah, Kepala OPD, Forkopimcam Pamanukan, serta masyarakat setempat. (tr/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *