Banjir Purbalingga Meluas ke Mrebet, Tujuh Rumah Hanyut Diterjang Banjir
Foto: Kondisi setelah banjir di Purbalingga, Sabtu (24/1).

PURBALINGGA, WARTAPERWIRA.COM Minggu 25/1 – Banjir Purbalingga akibat banjir bandang dari lereng timur Gunung Slamet meluas hingga wilayah Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (24/1). Sedikitnya tujuh rumah warga di Desa Sangkanayu dilaporkan hanyut terbawa derasnya aliran Sungai Soso yang meluap membawa material lumpur, batu, dan kayu.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengatakan air mulai memasuki permukiman warga sejak Sabtu pagi. Debit air meningkat cepat seiring hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Gunung Slamet.

“Material banjir membuat air sungai meluap dan arus sangat deras. Tujuh rumah hilang, hanyut terbawa sungai,” ujar Ali.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Kuat Waluyo, mengungkapkan bahwa penanganan banjir purbalingga masih terkendala akses dan komunikasi.

“Ada korban jiwa, tetapi saya belum mendapatkan data lengkap karena tim dibagi dua. Sinyal di wilayah Serang juga cukup sulit,” kata Kuat.

Ia menambahkan, akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terputus akibat tertutup material longsoran. Selain itu, jembatan Sungai Bambangan dilaporkan putus sehingga memperlambat mobilisasi bantuan.

Di Dusun Bambangan, sebanyak 110 jiwa dari 31 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga sore hari, hujan masih turun disertai angin kencang yang menyebabkan aliran listrik di Dusun Gunung Malang terputus, sehingga menyulitkan komunikasi antarpetugas.

BPBD Purbalingga menyatakan kebutuhan mendesak dalam penanganan banjir purbalingga meliputi pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan serta bantuan logistik makanan bagi para pengungsi. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah lereng Gunung Slamet.

Redaksi: WartaPerwira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *