WONOSOBO-WARTAPERWIRA.COM-Ahad,23/11/2025, Kegiatan Baitul Arqom Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Aisyiyah (PCA) Sapuran resmi ditutup yang digelar mulai pada 22–23 November 2025 di Kompleks Al-Maa’uun Bakalan, Sapuran. Agenda ini menjadi wadah penguatan ideologi sekaligus pembinaan rutin bagi pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting. Sebanyak 67 peserta hadir, meliputi unsur PCM, PCA, PRM, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Sapuran.

Kegiatan dua hari tersebut dengan tema “ Penguatan Kaderisasi Pimpinan Muhammadiyah & Aisyiyah Sapuran Berkemajuan “ menghadirkan pemateri dari PWM Jateng dan PDM Wonosobo yang menyampaikan materi terkait manhaj gerakan, ideologi Muhammadiyah, Metodologi Pemahaman Agama Islam, Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah, , Revitalisasi Cabang & Ranting, Dakwah Berbasis Lokal. Para pemateri menekankan pentingnya penguatan pemahaman Islam wasathiyah serta memperkuat peran kader dalam menjawab tantangan sosial-keagamaan yang berkembang.
Penyampaian materi berlangsung interaktif, disertai sesi dialog yang mengakomodasi berbagai persoalan kaderisasi di lapangan.
Selain materi tersebut, pada sesi kelas Aisyiyah mendapatkan materi khusus diantaranya Risalah Perempuan Berkemajuan, Anggaran Dasar Aisyiyah dan aturan administrasi serta Kepemimpinan Digital. Para peserta juga memperoleh penguatan nilai-nilai gerakan Muhammadiyah. Peserta didorong untuk memperkuat kolaborasi antara pimpinan ranting, mengoptimalkan Amal Usaha Muhammadiyah, serta meningkatkan kualitas pelayanan umat. Suasana kegiatan berlangsung dinamis, dengan antusiasme peserta mengikuti rangkaian hingga malam hari.
Baitul Arqom ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi. Melalui forum ini, pimpinan cabang dan ranting dapat menyamakan tujuan pergerakan di persyarikatan Muhammadiyah, memperbaiki pola komunikasi, serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program kerja. Banyak peserta menilai kegiatan ini penting untuk menjaga soliditas gerakan pada tingkat bawah warga Muhammadiyah sapuran
“Ketua PCM Sapuran dalam sambutannya menyampaikan bahwa Darul Arqom tahun ini menjadi tonggak dalam menyatukan kekuatan kader,”Ujar Suharto. Ia menegaskan bahwa dinamika dakwah di era digital menuntut kader yang memahami ideologi Muhammadiyah sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Kita harus melahirkan kader yang tangguh, berwawasan luas, dan siap melayani umat,” ujarnya saat menutup kegiatan di akhir penutupan acara Baitul Arqom.
Sementara itu, perwakilan PDM Wonosobo menekankan bahwa Baitul Arqom merupakan instrumen strategis dalam menjaga kesinambungan gerakan. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang tetap aktif hingga sesi akhir. “Kader Sapuran menunjukkan energi luar biasa. Ini modal besar untuk mendorong persyarikatan agar semakin progresif,” ungkapnya. Para peserta pun mengaku memperoleh wawasan baru, terutama mengenai penguatan integritas kader, manhaj gerakan, serta model dakwah berbasis lokal. Sebagian peserta dari unsur PRM menilai materi tersebut sangat relevan dengan situasi dakwah di lingkungan ranting, termasuk dalam membangun program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mereka berharap Baitul Arqom dapat dilaksanakan secara berkala sebagai sarana regenerasi kepemimpinan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan peneguhan komitmen untuk memperkuat dakwah serta pemberdayaan masyarakat. Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengurus Kompleks Al-Maa’uun Bakalan yang telah memfasilitasi kegiatan. PCM dan PCA Sapuran berharap Baitul Arqom kali ini menjadi energi baru bagi kader untuk menggerakkan persyarikatan secara profesional, berkemajuan, dan semakin dekat dengan kepentingan umat.
Redaksi Warta Perwira-Ilham Akbar