
KUANSING-RIAU, WARTAPERWIRA.COM | Minggu (12 /4) – Aktivitas penambangan batu (kuari) di Desa Teberau Panjang, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), memicu protes keras dari masyarakat setempat. Warga menilai kegiatan tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan dan meningkatnya polusi debu yang mengganggu kesehatan.
Protes Keras dari Masyarakat atas Dampak Lingkungan
Warga Desa Teberau Panjang menyampaikan keberatan terhadap operasional tambang yang dinilai semakin intensif. Berdasarkan pemantauan lapangan pada Sabtu (11/4), kondisi jalan desa mengalami kerusakan signifikan akibat lalu lintas kendaraan berat pengangkut material.
Selain kerusakan jalan, masyarakat juga mengeluhkan polusi debu yang meningkat, terutama saat musim panas. Debu dari aktivitas penambangan disebut berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kesehatan warga yang tinggal di sekitar jalur angkutan tambang.
“Jalan kami hancur, Pak. Belum lagi kalau musim panas, debunya luar biasa tebal. Kami masyarakat kecil yang merasakan langsung dampaknya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan Keterkaitan dengan Mantan Ketua DPRD Kuansing
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa aktivitas penambangan tersebut diduga terkait dengan seorang tokoh masyarakat yang merupakan mantan Ketua DPRD Kuansing. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak secara objektif dan melakukan evaluasi terhadap legalitas operasional tambang. Permintaan ini juga ditujukan kepada Polres Kuantan Singingi agar segera melakukan penertiban jika ditemukan pelanggaran.
“Kami meminta kepada Bapak Kapolres Kuansing untuk menertibkan tambang batu di Desa Teberau Panjang ini,” tambah warga tersebut.
Permintaan Penertiban dan Evaluasi Izin Operasional
Warga menilai aktivitas penambangan batu (kuari) perlu dievaluasi secara menyeluruh, termasuk aspek perizinan dan dampak lingkungannya. Mereka juga menyoroti tidak adanya upaya perbaikan jalan oleh pihak pengelola tambang, meskipun kendaraan berat terus melintas setiap hari.
Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola tambang, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi terkait di Kabupaten Kuansing masih terus dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan kejelasan izin operasional serta rencana penanganan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Informasi resmi dari pihak terkait diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi di lapangan serta langkah penanganan yang akan diambil ke depan. (cd/wp)