Moro Purwokerto: Fakta Terbaru Akuisisi Rp120 Miliar dan Rencana Jadi Plaza Modern
Foto: Moro Purwokerto yang di akuisisi oleh Rita Group.

PURWOKERTO, WARTAPERWIRA.COM | Senin (14/4) – Moro Purwokerto kini memasuki babak baru setelah resmi diakuisisi oleh Rita Group dengan rencana pengembangan menjadi pusat perbelanjaan modern.

Akuisisi oleh Rita Group Dikonfirmasi Bupati Banyumas

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memastikan bahwa proses pembelian eks pusat perbelanjaan tersebut telah selesai. Nilai transaksi disebut mencapai Rp120 miliar, menandai langkah awal revitalisasi kawasan yang sempat terhenti aktivitasnya.

Ia menyampaikan bahwa pihak investor telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah untuk membahas rencana pengembangan bangunan tersebut.

“Sudah (dibeli) Rita, Rp120 miliar,” ujar Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dikutip dari Banyumas Ekspres, Minggu (13/4).

Rencana Renovasi oleh Buntoro dan Konsep Baru

Pendiri Rita Group, Buntoro, disebut telah bertemu dengan Bupati Banyumas guna menyampaikan komitmen renovasi. Bangunan eks Moro Purwokerto akan diubah menjadi plaza dengan konsep yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Pengembangan ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali fungsi pusat perbelanjaan, tetapi juga menghadirkan konsep yang lebih relevan bagi masyarakat.

“Pak Buntoro sudah bertemu saya dan berjanji akan merenovasi Moro menjadi semacam plaza dengan konsep berbeda,” kata Sadewo.

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Pemerintah daerah berharap proyek ini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya dalam membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Banyumas. Prioritas penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu perhatian utama dalam rencana tersebut.

Selain itu, langkah awal penataan kawasan juga telah dilakukan, termasuk penertiban pedagang kaki lima di sekitar lokasi.

“Harapannya bisa menyerap banyak tenaga kerja dan diprioritaskan masyarakat Banyumas,” tegas Sadewo.

Konteks Sejarah dan Potensi Moro Purwokerto

Bangunan eks Moro Purwokerto memiliki nilai historis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Setelah dinyatakan pailit pada 2023, kawasan ini mengalami penurunan aktivitas yang signifikan.

Meski sempat kembali ramai melalui kegiatan expo pada akhir 2025 hingga awal 2026, keberlanjutan fungsi bangunan menjadi perhatian publik. Dengan potensi sektor ritel dan pendidikan di Purwokerto, revitalisasi ini diharapkan memperkuat daya tarik kawasan.

“Potensi ritel dan pendidikan sangat besar di sini,” ujar Sadewo.

Harapan Masyarakat terhadap Revitalisasi

Kabar akuisisi oleh Rita Group disambut positif oleh warga. Mereka berharap bangunan tersebut dapat kembali berfungsi dan menjadi pusat aktivitas seperti sebelumnya.

Sejumlah warga menilai keberadaan pusat perbelanjaan yang aktif akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan bisa berfungsi lagi, biar ramai kembali,” ujar Ratnawati, warga Purwokerto.

Pemerintah daerah menyatakan optimisme bahwa pengembangan eks Moro Purwokerto akan memberikan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi lokal serta meningkatkan daya tarik kota di tengah tantangan ekonomi yang ada. (dd/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *