Bayi laki-laki Ditemukan di Kuansing: Identitas Terungkap, Diserahkan ke Keluarga
Foto: Bayi yang ditemukan di teras rumah warga pada, Selasa (17/3) lalu (Dok. tribun)

KUANSING-RIAU, WARTAPERWIRA.COM | Selasa (7/4) – bayi laki-laki yang sempat ditemukan di teras rumah warga di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akhirnya terungkap identitasnya dan telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

Identitas Bayi laki-laki Terungkap oleh Dinsos PMD Kuansing

Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kuansing memastikan bahwa identitas bayi berinisial EAA telah diketahui setelah ibu kandungnya mengakui perbuatannya. Bayi tersebut sebelumnya ditemukan di teras rumah warga di Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir.

Kepala Dinsos PMD Kuansing, Dody Fitrawan, menjelaskan bahwa proses penyerahan bayi dilakukan setelah pihak keluarga memenuhi persyaratan administrasi dan adanya pengakuan langsung dari ibu kandungnya.

“Bayi itu sudah diambil oleh warga yang menemukannya berinisial SN. Hanya semalam dirawat oleh pejabat Dinsos, esok harinya sudah dijemput oleh warga yang menemukannya,” ujar Dody Fitrawan.

Alasan Ibu Kandungnya Tinggalkan Bayi

Menurut keterangan yang disampaikan, ibu kandungnya merupakan seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di Pekanbaru. Ia diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pemilik rumah tempat bayi ditemukan.

Motif tindakan tersebut diduga karena rasa malu memiliki anak di luar pernikahan serta kekhawatiran akan dampak hukum yang dapat memengaruhi kelangsungan studinya.

“Ibu si bayi akhirnya takut jika nanti peristiwa itu menjadi masalah hukum, sehingga mengganggu kuliahnya,” jelas Dody.

Kronologi Penemuan Bayi laki-laki di Teras Rumah Warga

Peristiwa ini bermula saat warga Desa Simpang Raya menemukan bayi laki-laki di teras rumah SN pada Selasa (17/3) sekitar pukul 21.00 WIB, sepulang salat tarawih. Bayi tersebut diletakkan dalam sebuah keranjang lengkap dengan perlengkapan bayi.

Di dalam keranjang juga ditemukan sepucuk surat bertuliskan “Tolong dijaga”, yang menambah perhatian warga terhadap kondisi bayi tersebut.

Penanganan oleh Aparat dan Dinas Terkait

Pihak kepolisian dari Polsek Singingi Hilir sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat. Selanjutnya, bayi tersebut dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Pada Rabu (18/3) sekitar pukul 10.00 WIB, personel kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Selanjutnya bayi tersebut kami bawa dan serahkan ke Dinas Sosial agar mendapatkan perawatan yang layak,” ujar IPTU Alfredo Krisnata Kaban.

Setelah melalui proses koordinasi antara pihak kepolisian dan Dinsos PMD Kuansing, bayi akhirnya diserahkan kembali kepada keluarga yang bersangkutan berdasarkan kesepakatan dan pertimbangan kekeluargaan.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat sekaligus menunjukkan pentingnya penanganan terpadu antara aparat dan instansi terkait dalam menangani persoalan sosial. Proses penanganan yang dilakukan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan serta prosedur yang berlaku. (cd/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *