
PURBALINGGA, WARTAPERWIRA.COM | Senin (6/4) – Gunung Malang menjadi lokasi pelaksanaan aksi penanaman 5.000 pohon yang digelar pada Sabtu (4/4), pukul 08.00 WIB, di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat dan aparat sebagai upaya pemulihan lingkungan.
Aksi penghijauan tersebut diinisiasi oleh Forum Komunitas Masyarakat Peduli Gunung Malang bersama Karang Taruna setempat, serta didukung oleh aparat kepolisian dan sejumlah pihak lainnya. Penanaman difokuskan di wilayah dengan ketinggian di atas 1.500 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Aksi Penanaman 5.000 Pohon untuk Pemulihan Lingkungan
Kegiatan aksi penanaman 5.000 pohon ini dilakukan sebagai langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan lereng Gunung Slamet yang sebelumnya terdampak bencana alam.
Area penanaman dipilih berdasarkan tingkat kerentanan terhadap kerusakan lingkungan, terutama pasca terjadinya banjir bandang dan longsor di lereng Gunung Slamet. Dengan penanaman pohon, diharapkan struktur tanah menjadi lebih stabil dan risiko bencana dapat diminimalkan.
Para peserta yang terdiri dari komunitas lokal, relawan, dan unsur pemerintah bahu-membahu melakukan penanaman di titik-titik yang telah ditentukan oleh panitia.

Tantangan Medan dan Semangat Kebersamaan
Proses penanaman tidak berjalan mudah. Medan yang terjal dan licin akibat hujan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan lancar berkat kerja sama dan semangat gotong royong.
Para relawan harus menembus kondisi tanah becek dan cuaca yang kurang bersahabat demi memastikan seluruh titik penanaman dapat terselesaikan sesuai target.
Salah satu peserta aksi, Indaru S Projo, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Rasa hormat dan salut untuk semua yang hadir dan para pihak yang telah membantu kegiatan ini. Alhamdulillah aksi penanaman 5.000 pohon hari ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” ujar Indaru S Projo.
Keterlibatan Aparat dan Komitmen Berkelanjutan
Kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran kepolisian dari Polsek Karangreja sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan. Kehadiran aparat diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem kawasan pegunungan.
Kapolsek Karangreja, AKP Arisno, menyampaikan bahwa keterlibatan pihak kepolisian merupakan bagian dari upaya preventif dalam mengurangi risiko bencana alam di wilayah tersebut.
“Kami bergabung dengan ratusan peserta mengikuti penanaman 5.000 pohon di sejumlah titik tanam yang sudah ditentukan panitia,” ujar AKP Arisno.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja, melainkan akan dilanjutkan dengan pemantauan secara berkala.
“Kami bersama stakeholder terkait akan melaksanakan pemantauan secara berkala untuk memastikan tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” tambahnya.
Kolaborasi Komunitas dan Harapan Jangka Panjang
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, termasuk Karang Taruna Gunung Malang, komunitas lokal, serta dukungan dari instansi pemerintah dan sponsor. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam memastikan keberlanjutan program penghijauan.
Selain itu, pemahaman terhadap kondisi geografis, seperti lokasi penanaman di atas 1.500 MDPL, menjadi faktor penting dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai dan tingkat keberhasilan program.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat mitigasi terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Program penghijauan di Gunung Malang menjadi salah satu contoh sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan. (dd/wp)