
KUANSING-RIAU, WARTAPERWIRA.COM | Minggu (5/4) – Peristiwa memilukan terjadi di Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, setelah seorang balita laki-laki dilaporkan hanyut di Sungai Batang Kuantan sejak Jumat sore (3/4). Hingga Sabtu (4/4), tim SAR gabungan bersama warga masih melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai.
Kronologi Balita Laki-laki Diduga Hanyut
Kejadian ini bermula saat korban balita laki-laki bermain bersama teman-temannya di tepian Sungai Batang Kuantan sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah sehingga menimbulkan kekhawatiran di pihak keluarga.
Upaya pencarian mandiri yang dilakukan warga kemudian menemukan sandal dan perlengkapan bermain milik korban di pinggir sungai. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa balita laki-laki tersebut terjatuh dan hanyut terbawa arus sungai.
Upaya Pencarian oleh Tim SAR dan BPBD
Tim SAR gabungan dari BPBD Kuantan Singingi bersama masyarakat setempat langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian setelah menerima laporan. Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan memperluas radius pencarian di sepanjang aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kuansing, H. Yulizar, menyampaikan bahwa seluruh personel dan peralatan telah dikerahkan sejak awal laporan diterima.
“Personel telah diterjunkan ke lokasi tak lama setelah laporan masuk. Kami terus berkoordinasi dengan Camat Cerenti dan unsur terkait agar proses pencarian ini dilakukan secara maksimal,” ujar Yulizar.
Kehadiran Pemerintah Daerah di Lokasi
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi turut memberikan perhatian terhadap kejadian ini. Wakil Bupati Kuansing, H. Muklisin, hadir langsung di lokasi pencarian untuk memantau situasi serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.
“Selain membesuk keluarga korban, kami juga ikut bergabung dengan tim SAR melakukan pencarian anak yang diperkirakan hanyut di Sungai Kuantan,” ujar Muklisin.
Kehadiran pemerintah daerah di lokasi diharapkan dapat memberikan dukungan moril serta memastikan proses pencarian berjalan sesuai prosedur.
Imbauan Kewaspadaan di Bantaran Sungai
Menyusul kejadian ini, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Batang Kuantan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
“Orang tua wajib mengawasi dan mendampingi anak-anak. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali,” tegas Muklisin.
Dalam beberapa tahun terakhir, aliran Sungai Kuantan diketahui kerap menjadi lokasi aktivitas warga, termasuk anak-anak yang bermain di sekitarnya. Kondisi ini menuntut peningkatan kewaspadaan bersama guna mencegah risiko serupa.
Harapan Warga dan Proses Pencarian Lanjutan
Warga Desa Teluk Pauh yang turut membantu proses pencarian menyampaikan harapan agar korban segera ditemukan. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di sekitar sungai.
“Kami semua berharap korban segera ditemukan. Kejadian ini membuat kami lebih waspada,” ujar salah satu warga setempat.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melanjutkan penyisiran dengan memperluas area pencarian. Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan korban ditemukan di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan.
Proses pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari tim di lapangan. (cd/wp)