Angkutan Lebaran 2026 Terbaru: 147 Juta Orang Bepergian, Naik 2,5 Persen

JAKARTA,WARTAPERWIRA.COM | Kamis (2/4) Angkutan Lebaran 2026 mencatat pergerakan masyarakat mencapai 147 juta orang selama periode mudik, melampaui angka prediksi awal pemerintah.

Kementerian Perhubungan melaporkan bahwa jumlah angkutan lebaran 2026 tersebut dihimpun berdasarkan data mobile positioning data (MPD) selama masa operasional Lebaran yang berlangsung dari 13 hingga 29 Maret 2026. Data ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Peningkatan Pergerakan Masyarakat Selama Lebaran

Berdasarkan laporan Kementerian Perhubungan, total pergerakan masyarakat selama 17 hari mencapai 147 juta orang. Angka ini meningkat sebesar 2,5 persen dari prediksi awal yang diperkirakan hanya mencapai 143 juta orang.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menyampaikan bahwa data tersebut bersumber dari teknologi mobile positioning data (MPD) yang digunakan untuk memantau mobilitas masyarakat secara nasional.

“Berdasarkan data mobile positioning data (MPD), terhitung pada 13-29 Maret 2026 selama 17 hari, jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147 juta orang,” kata Suntana, Rabu (1/4).

Peningkatan ini dinilai mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan Lebaran serta melakukan perjalanan untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

Perubahan Pola Transportasi Masyarakat

Selain peningkatan jumlah perjalanan, Kementerian Perhubungan juga mencatat adanya perubahan pola mobilitas masyarakat. Penggunaan angkutan umum mengalami peningkatan di berbagai sektor transportasi.

Total pengguna angkutan umum tercatat mencapai 23,54 juta orang selama periode Lebaran. Angka ini menunjukkan tren positif dalam pemanfaatan transportasi massal oleh masyarakat.

“Jadi ada pergeseran masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor. Berjumlah 23,54 juta orang. Ini mengalami kenaikan,” ujar Suntana.

Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang disediakan selama masa mudik.

Kenaikan di Berbagai Moda Transportasi

Secara rinci, peningkatan tertinggi terjadi pada moda penyeberangan yang mencatat kenaikan sebesar 15 persen. Sementara itu, angkutan jalan mengalami peningkatan 11,6 persen dan moda kereta api naik 10 persen.

Moda angkutan laut juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,86 persen. Di sisi lain, angkutan udara domestik mencatat kenaikan sebesar 6,97 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Data ini memperlihatkan bahwa hampir seluruh sektor transportasi mengalami pertumbuhan selama Angkutan Lebaran 2026.

Pergerakan Kendaraan Pribadi dan Distribusi Wilayah

Selain angkutan umum, pergerakan kendaraan pribadi juga menjadi bagian penting dalam arus mudik tahun ini. Tercatat sebanyak 2,97 juta kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek.

Dari jumlah tersebut, sekitar 51 persen kendaraan bergerak menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa kedua wilayah tersebut masih menjadi tujuan utama masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Pemerintah menilai keberhasilan pengelolaan Angkutan Lebaran 2026 tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor yang berjalan intensif. Kolaborasi antarlembaga dinilai menjadi faktor utama dalam memastikan kelancaran layanan transportasi.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu kunci utama seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo bahwa ini merupakan tim bersama untuk memberikan layanan kepada masyarakat,” kata Suntana, Rabu (1/4).

Dengan koordinasi yang terintegrasi, pemerintah berupaya menjaga kelancaran arus mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Ke depan, evaluasi terhadap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kebijakan transportasi nasional, khususnya dalam menghadapi periode mudik di tahun-tahun berikutnya. (tr/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *