Festival Lemang Resmi Dibuka di Kampar, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif
Foto: Penjabat (Pj) Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, secara resmi membuka Festival Lemang (Lomang) di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Jumat (27/3).

KAMPAR-RIAU, WARTAPERWIRA.COM | Minggu 29/3Festival Lemang di Kabupaten Kampar resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Enam. Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam menjaga tradisi sekaligus meningkatkan potensi ekonomi berbasis budaya.

Pembukaan Resmi di Desa Pulau Lawas

Pemerintah Kabupaten Kampar secara resmi membuka Festival Lemang di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, pada Jumat (27/3). Acara ini dipimpin langsung oleh Pj Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, yang menandai pembukaan dengan pemukulan gong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, antara lain Kajari Kampar Dwianto Prihartono, Pj Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, Ketua TP-PKK Kampar Ny. Tengku Nurheryani, serta jajaran kepala OPD dan camat se-Kabupaten Kampar. Kehadiran berbagai unsur pemerintah ini menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal di Kampar.

Tradisi Menyambut Hari Raya Enam

Festival Lemang merupakan bagian dari tradisi masyarakat Kampar dalam menyambut Hari Raya Enam atau yang dikenal dengan istilah Ayi Ayo Onam. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Lemang sendiri merupakan makanan khas yang dibuat dari beras ketan dan santan, kemudian dimasak dalam batang bambu di atas bara api. Proses memasak yang khas ini menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

Peran Pemerintah dalam Pelestarian Budaya

Dalam sambutannya, H. Ahmad Yuzar menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Pemerintah daerah memandang kegiatan seperti Festival Lemang sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

“Mari kita bersama-sama melestarikan kearifan lokal yang baik ini untuk masa yang akan datang, sehingga tradisi ini tidak terputus hingga ke anak cucu kita. Jadikan momen ini sebagai motor pertumbuhan ekonomi kreatif melalui peningkatan kunjungan wisatawan,” ujar H. Ahmad Yuzar.

Pemerintah juga menilai bahwa kegiatan budaya seperti ini dapat memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku usaha lokal di Kampar.

Apresiasi Masyarakat terhadap Festival

Masyarakat Desa Pulau Lawas menyambut baik pelaksanaan festival ini. Mereka menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kami masyarakat Desa Pulau Lawas merasa bangga tradisi turun-temurun ini mendapat perhatian besar. Bagi kami, membakar lemang bukan sekadar memasak, tapi simbol kebersamaan menyambut hari kemenangan,” ujar salah satu perwakilan warga.

Masyarakat juga berharap generasi muda dapat lebih peduli terhadap budaya lokal dan ikut berperan aktif dalam melestarikannya. Festival ini dinilai mampu menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan identitas daerah.

Rangkaian Kegiatan dan Dampak Ekonomi

Selain Festival Lemang, perayaan Hari Raya Enam di Kampar akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya, termasuk lomba pacu sampan yang dijadwalkan berlangsung di Tepian Jembatan Waterfront City Pulau Lawas. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan adanya peningkatan perputaran ekonomi lokal melalui kegiatan ini. Sektor yang diharapkan terdampak antara lain usaha kuliner, perdagangan, serta layanan akomodasi bagi pengunjung dari luar daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Festival Lemang di Kampar diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan. (cd/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *