Korban Ledakan Kembang Api Saat Tradisi Perahu Baganduang, Tiga Anak Terluka
Foto: Wakil Bupati Kuantan Singingi H. Mukhlis bersama Kapolsek Kuantan Mudik dan Plt Camat Kuantan Mudik saat menjenguk Fzl, korban ledakan kembang api, di RSUD Teluk Kuantan, Kuansing, Riau. (Candra/wartaperwira.com)

KUANSING-RIAU, WARTAPERWIRA.COM | Kamis (26/3) – Korban Ledakan kembang api terjadi saat perayaan tradisi Perahu Baganduang di Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, Kamis (26/3). Tiga anak di bawah umur dilaporkan mengalami luka akibat insiden tersebut.

Kronologi Tragedi di Perahu Baganduang

Peristiwa ini terjadi di kawasan Lubuk Jambi saat berlangsungnya tradisi Perahu Baganduang yang biasanya menjadi momen kebersamaan masyarakat. Namun, suasana berubah ketika kembang api jenis jumbo yang digunakan oleh korban meledak sebelum sempat diluncurkan dengan sempurna.

Tiga korban ledakan yang terlibat dalam tragedi ini adalah Fzl (13), Dv (13), serta Hsb (12). Mereka diketahui merupakan pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah pertama yang berada di atas perahu saat kejadian berlangsung.

Ledakan terjadi ketika ketiganya memegang kembang api secara bersamaan. Setelah bola api keluar, sisa bahan kembang api justru meledak di tangan, menyebabkan luka pada para korban dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Keterangan Korban dan Penanganan Medis

Salah satu korban ledakan, Fzl, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat mereka menyalakan kembang api di bagian depan perahu. Aktivitas tersebut dilakukan dalam rangka memeriahkan tradisi Perahu Baganduang yang sedang berlangsung.

“Kami bertiga bermain kembang api jumbo di atas Perahu Baganduang. Kami memegang kembang api tersebut secara bersamaan. Namun setelah bola-bola api keluar, sisanya justru meledak di tangan,” ujar Fzl di RSUD Teluk Kuantan.

Akibat kejadian tersebut, Fzl mengalami luka serius pada bagian tangan dan sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Lubuk Jambi sebelum dirujuk ke RSUD Teluk Kuantan. Sementara korban ledakan lainnya mengalami luka akibat percikan api.

Tim medis RSUD Teluk Kuantan memberikan opsi perawatan lanjutan kepada keluarga korban ledakan. Dokter yang menangani menyampaikan bahwa pasien dapat ditangani di rumah sakit setempat atau dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

“Pasien bisa kami tangani di sini jika orang tua menyetujui, namun jika ingin rujukan kami juga bersedia memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit di Pekanbaru,” ujar dr. Riyan.

Pihak keluarga akhirnya memilih untuk melanjutkan penanganan di RSUD Teluk Kuantan. Tindakan medis dijadwalkan dilakukan pada Jumat (27/3) setelah salat Jumat.

Respons Pemerintah dan Aparat

Tragedi ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan aparat keamanan. Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menginstruksikan Wakil Bupati untuk meninjau langsung kondisi korban di rumah sakit.

“Abang akan perintahkan Wabup langsung ke RSUD,” ujar Bupati melalui pesan singkat.

Selain itu, Kapolres Kuantan Singingi juga memerintahkan jajaran kepolisian setempat untuk memastikan kondisi korban serta melakukan pemantauan di lapangan. Kehadiran pejabat daerah dan aparat dinilai memberikan dukungan moral bagi keluarga korban.

Dukungan Keluarga dan Masyarakat

Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan aparat. Orang tua salah satu korban menyebut dukungan tersebut sangat membantu di tengah situasi yang sedang dihadapi.

“Kami pihak keluarga sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada anak kami,” ujar Nova, orang tua korban.

Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan memberikan semangat bagi keluarga korban dalam menghadapi kondisi ini. Tradisi Perahu Baganduang yang biasanya berlangsung meriah menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan kembang api.

Kejadian ini menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan kegiatan tradisional tetap mengutamakan aspek keselamatan. Diharapkan ke depan, penggunaan kembang api dalam kegiatan masyarakat dapat diawasi lebih ketat untuk mencegah insiden serupa. (cd/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *