Dari Gerobak Dorong ke Rumah Makan: Kisah Perjalanan Warung Nasi Endah di Kota Bogor

Foto : Warung Nasi Endah Jalan Pandu Raya no 192 Kota Bogor (Dok : Warta Perwira)

BOGOR, WARTAPERWIRA.COM – Terik matahari siang menyelimuti Kota Bogor, Sabtu (14/3/2026). Lalu lintas di kawasan Jalan Pandu Raya terlihat padat oleh kendaraan yang hilir mudik. Di tengah keramaian itu, sekitar 500 meter dari putaran jalan Pandu Raya, berdiri sebuah Rumah Makan sederhana namun cukup representatif.

Di bagian depannya terpasang spanduk dan plang berwarna kuning dengan tulisan hitam yang cukup mencolok, meski tampak sedikit lusuh dimakan usia. Tulisan itu sederhana: Warung Nasi Endah.

Siang itu suasana warung tidak seramai biasanya. Hanya terlihat dua mobil terparkir di halaman. Bulan Maret 2026 masih berada dalam suasana bulan Ramadan sehingga banyak pelanggan memilih membeli makanan untuk dibawa pulang saat berbuka.

Konsep Makanan

Konsep rumah makan ini cukup sederhana: prasmanan dengan menu rumahan khas Sunda dan harga yang relatif terjangkau. Warta Perwira sengaja singgah untuk melihat lebih dekat keberadaan warung nasi yang sudah cukup dikenal warga Bogor tersebut.

Memasuki ruangan, terlihat tempat makan terbagi menjadi dua sisi ruangan, kiri dan kanan. Masing-masing dilengkapi meja makan dengan empat kursi yang tersusun rapi saling berhadapan. Di sisi kiri ruangan, pengunjung langsung berhadapan dengan meja layanan makanan. Di sana tersaji berbagai hidangan khas Sunda yang menggugah selera.

Beberapa menu yang terlihat antara lain ikan mas goreng, mujair goreng, pepes ikan, pepes ayam, karedok, tumis oncom, sambal kentang merah hingga aneka sambal dan lalapan segar. Di belakang meja prasmanan, para pelayan makanan tampak siap melayani dengan senyum ramah.

Salah seorang pengelola, Asep Suwanda, menghampiri dan berbincang santai. Ia merupakan salah satu orang kepercayaan sekaligus keponakan pemilik yang bertugas melayani pelanggan sekaligus mengelola kasir.

Menurut Asep, usaha ini memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi rumah makan seperti sekarang. “Warung nasi ini berdiri sejak tahun 2003. Awalnya jualan di Terminal Baranangsiang Bogor menggunakan gerobak dorong roda empat,” ujarnya.

Seiring waktu, usaha tersebut berkembang dan kemudian pindah ke bangunan permanen di Jalan Pandu Raya No.192. Hingga kini pengelolaannya masih bersifat usaha keluarga yang dijalankan oleh anak-anak serta kerabat pemilik. Sudah lebih dari dua dekade warung nasi ini bertahan melayani pelanggan dengan menu masakan khas Sunda.

Pengunjung dan Pelanggan

Sebagian besar pengunjung berasal dari warga Kota Bogor dan sekitarnya. Namun pada akhir pekan atau hari libur, tidak jarang kendaraan berplat B nomor Jakarta memenuhi halaman parkir. “Mereka biasanya mampir untuk makan atau sekadar beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Asep.

Menu yang paling banyak diminati pelanggan antara lain ayam goreng, empal, paru goreng, ikan goreng, sayur asem, tahu tempe, lalapan segar serta sambal khas yang menjadi ciri utama masakan Sunda. Harga makanan di tempat ini relatif terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per porsi, tergantung pilihan lauk.

Pemilik usaha Warung Nasi Endah, Didi, diketahui berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Ia merantau ke Bogor dan merintis usaha kuliner tersebut dari nol. Saat ini, kegiatan operasional sehari-hari lebih banyak dijalankan oleh anak-anak serta para keponakannya.

Salah seorang pelanggan, Rika, warga Kelurahan Kayu Manis  Kecamatan Tanah Sareal, Kecamatan Bogor Utara, mengaku sudah beberapa kali membeli makanan di tempat ini. Menurutnya, ada rasa khas yang membuatnya kembali datang. “Masakannya berbeda, terutama sambalnya. Ada dua macam sambal yang biasanya disediakan, sambal terasi dan sambal biasa. Itu yang bikin kangen,” ujarnya.

Siang itu Rika membeli beberapa menu untuk dibawa pulang. “Saya beli sayur asem dan pepes ikan untuk buka puasa nanti di rumah. Kebetulan hari libur, keluarga juga kumpul,” katanya sambil tersenyum.

Lebih dari dua dekade berlalu sejak pertama kali berjualan dengan gerobak dorong di Terminal Baranangsiang, Warung Nasi Endah kini tetap bertahan sebagai salah satu warung makan khas Sunda di Kota Bogor. Perjalanan panjang usaha keluarga ini menunjukkan bagaimana kesederhanaan tempat, cita rasa masakan, dan harga yang bersahabat mampu menjaga loyalitas para pelanggannya.

Agus Budiana. Redaksi Warta Perwira  memiliki minat pada liputan sosial, budaya, dan perjalanan kuliner lokal.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *