Meningkatkan Kualitas Hidup Islami melalui Akhlak Mulia

Oleh: Slamet Priyanto, S.Sos.I.
(Sekretaris Ranting NU Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga)

WARTAPERWIRA.COM, Jumat (2/1) – Kualitas hidup Islami merupakan kualitas hidup yang diliputi dan dibimbing oleh nilai-nilai Islam. Nilai-nilai tersebut bersumber dari ajaran Islam yang diyakini sebagai agama yang sempurna, karena di dalamnya terkandung syariat Allah SWT dan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW berupa perintah, larangan, serta petunjuk hidup demi kemaslahatan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Kualitas Hidup Islami sebagai Jalan Hidup Umat Islam

Mengapa harus Islami? Karena umat Islam meyakini bahwa Islam adalah jalan hidup yang menyeluruh. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah atau totalitas, sebagaimana firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup Islami adalah akhlak atau karakter. Akhlak menjadi fondasi utama dalam membangun pribadi Muslim yang utuh. Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa misi utama diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Baihaqi)

Oleh karena itu, metode terbaik dalam membangun akhlak adalah dengan meneladani Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik). Keteladanan beliau mencerminkan nilai-nilai akhlak mulia yang relevan sepanjang zaman.

Akhlakul Mahmudah yang Perlu Diamalkan Umat Islam

Di antara akhlak mulia (akhlakul mahmudah) yang patut ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

1. Shidqul Hadits, yaitu berkata benar dan jujur dalam setiap ucapan.
2. Shidqul Ba’s, yakni keberanian membela kebenaran, termasuk dalam menghadapi ketidakadilan.
3. I’tha’us Sa’il, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan atau meminta.
4. Mukafa’ah bil Ihsan, membalas kebaikan dengan kebaikan.
5. Hifzhul Amanah, menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan.

Akhlak Mulia sebagai Bekal Dunia dan Akhirat

Akhlak-akhlak tersebut bukan hanya memperindah hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi bekal utama dalam meraih kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat.

Dengan meningkatkan kualitas akhlak, seorang Muslim tidak hanya memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Semoga nilai-nilai akhlak mulia ini dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *