Komunikasi Bupati Purbalingga Perlu Dibenahi
Foto: Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif (Instagram: @fahmihnf)

WARTAPERWIRA.COM, Sabtu (15/11) – Pernyataan Anggota DPRD Purbalingga dari Fraksi Gerindra, Adi Yuwono, terkait pola komunikasi Bupati Purbalingga dengan lembaga mitra kerja pemerintahan kembali menjadi sorotan publik. Menurutnya, selama delapan bulan masa kepemimpinan berjalan, hubungan komunikasi antara Bupati dengan DPRD maupun Forkopimda “sangat buruk” dan belum menunjukkan perbaikan.

Dalam sistem pemerintahan daerah, hubungan eksekutif, legislatif, dan Forkopimda bukan sekadar hubungan seremonial. Ketiganya memegang fungsi vital: perumusan kebijakan, pengawasan, hingga stabilitas daerah. Jika komunikasi melemah, maka konsekuensi yang lahir bukan hanya salah paham administratif, tetapi juga potensi terganggunya efektivitas pembangunan dan pelayanan publik.

Kritik Adi Yuwono perlu dipandang sebagai masukan konstruktif, bukan konfrontasi. Kode Etik Jurnalistik mengajarkan bahwa setiap pemberitaan harus memberi ruang yang proporsional kepada semua pihak. Karena itu, penting bagi Pemkab Purbalingga khususnya Bupati untuk memberikan respons dan penjelasan yang objektif demi menjaga keseimbangan informasi dan mencegah bias persepsi publik.

Sungguh disayangkan apabila ketidakefektifan komunikasi justru menghambat berbagai program strategis daerah. Dalam banyak kasus, problem pembangunan bukan terletak pada kurangnya anggaran atau kebijakan, tetapi pada tidak sinkronnya komunikasi antarpemangku kepentingan.

Kami meyakini bahwa Bupati Purbalingga memiliki ruang besar untuk memperbaiki pola komunikasi, membuka dialog, serta memperkuat koordinasi dengan DPRD maupun Forkopimda. Transparansi, konsistensi, dan komunikasi yang inklusif akan memperkuat kepercayaan publik, sekaligus memastikan bahwa berbagai kebijakan daerah berjalan efektif dan mendapat dukungan bersama.

Pada akhirnya, kritik dari legislatif hendaknya menjadi momentum introspeksi, bukan gesekan politik. Purbalingga membutuhkan pemerintahan yang solid, saling mendukung, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Dan itu semua berawal dari satu hal sederhana namun fundamental: komunikasi yang baik.

(Redaksi Warta Perwira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *